Padang(SUMBAR) PT— Dalam kunjungan Komisi IX DPR RI yang dipimpin Ketua Komisi Felly Estelita Runtuwene melakukan kunjungan kerja khusus untuk melakukan pembahasan penanganan kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GgAPA) pada anak di Rumah Sakit Umum Pusat M Djamil Padang.


“Hari ini kami bersama sejumlah  anggota Komisi IX DPR RI melakukan kunjungan untuk memantau dan melihat penanganan kasus GgAPA, dalam kegiatan yang digelar bersamaan di tiga provinsi yakni Sumatera Barat, Aceh, dan Jawa Timur,” sebut Felly Estelita ketika ditemui usai kegiatan di Auditorium RSUP Dr M Djamil, Rabu beberapa waktu lalu.



Dalam pertemuan itu, Komisi IX DPR RI membahas dua bagian persoalan terkait kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GgAPA) pada anak, yaitu penanganan di sisi hulu serta hilir.

Sementara Untuk sisi hulu, pemerintah serta instansi terkait diminta untuk mengawal pengawasan obat-obat yang diduga yang mengadung zat berbahaya Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) melebihi ambang batas aman.



Kemudian untuk sisi hilir, pihaknya meminta rumah sakit memberikan penanganan maksimal kepada pasien yang mengalami GgAPA tanpa memperhitungkan biaya terlebih dahulu.



“Intinya pihak rumah sakit jangan menilai berapa biaya, tapi layani pasien terlebih dahulu sampai sembuh, Kami di legislative akan terus mendorong melalui sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) agar memungkinkan keluarga pasien tidak menanggung beban biaya,” tambah Felly. 

Sementara itu Plt. Direktur Utama M Djamil Dr. dr. Yusirwan, SpB, SpBA (K) MARS mengatakan pihaknya sejauh ini telah berupaya semaksimal mungkin memberikan penanganan dan pelayanan terbaik kepada puluhan pasien GgAPA. Diungkapkannya, terhitung sejak akhir Juli hingga sekarang RSUP M DJamil Padang telah menangani 26 anak penderita gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal.



“Sekarang yang sedang dirawat tersisa dua pasien, kami terus memberikan pelayanan maksimal dengan alat serta Sumber Daya Manusia (SDM) terbaik yang kami miliki tanpa memperhitungkan biaya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dokter spesialis bedah anak itu  berpesan kepada orang tua untuk jeli dan teliti menjaga anaknya terutama dalam hal GgAPA ini.

“Tentunya kunjungan Komisi IX ini memberikan semangat dan dorongan kepada kami untuk terus melakukan pelayanan dan perawatan yang terbaik terutama dalam rangka penanganan GgAPA,” tambah Dirut lagi.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr. Lila Yanwar yang hadir dalam pertemuan itu mengatakan saat ini pemerintah telah membentuk Satuan Tugas untuk penanganan GgAPA yang merupakan gabungan petugas profesional dari berbagai instansi terkait.

Kadis juga menambahkan bahwa, Pihaknya juga terus menyosialisasikan terus kemasyarakat jangan membeli obat sembarangan, lebih baik konsultasi ke dokter supaya dokter bisa memilih obat secara aman.

Dalam kunjungan dan kegiatan ini disambut langsung Dewan Direksi RSUP Dr M Djamil beserta jajaran, di samping Ketua Komisi IX yang turut didampingi anggota komisi lainnya, seperti dr. Suir Syam, Ade Rezki Pratama SE, Dr. Edy Wuryanto, Rahmad Handoyo, Arzeti Bilbina, Dra. Wenny Haryanto, Ratu Ngadu Bonu Wulla beserta Sekretariat Komisi, Tenaga Ahli dan Protokoler.

Juga turut dalam Kunjungan tersebut juga didampingi dari Kemenkes RI, yakni  Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Dr. Lucia Rizka Andalusia, Apt. M.Pharm, MARS, Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, dr. Achmad Farchanny Tri Andryanto, MKM dan Direktur Utama RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo, dr. Lies Dina Liastuti, SpJP(K), MARS, FIHA.

Turut Hadir dari Pemerintah Provinsi Sumbar yang diwakili Dinas Kesehatan Provinsi dan lembaga-lembaga instansi kesehatan Sumbar. 

Sebelum rapat pembahasan dimulai, para rombongan Komisi IX juga menyempatkan langsung meninjau ruang perawatan GgAPA RSUP Dr M Djamil.


#rls

 
Top