Bagi Nova Harianto PPK 2.3 pekerjaaan yang telah diberikan kepadanya merupakan amanah Kementrian PUPR Dirjen Bina Marga  yang harus dilaksanakan sebaik-baiknya dalam rangka percepatan pembangunan jalan yang terbentang anatara Padang-Painan-Tapan menjadi terukur dan sesuai dengan waktu. Tak ada yang terlewati waktu dalam pekerjaan semuanya disesuaikan dengan Site planing yang tepat.

Padang(SUMBAR)PT-Kinerja Nova Herianto, sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) III Padang, tak diragukan lagi. Meski, ditempatkan dilokasi yang berat, tanggungjawab itu dapat dituntaskan. Tanpa riak dan persoalan. Atas kinerjanya itu, Nova Herianto, dipercaya menjadi PPK, baik di Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah 1 maupun Wilayah 2 di Sumbar. Sekarang, ia ditempatkan menggawangi preservasi jalan Padang – Painan – Tapan.

Sudah terbukti dan teruji. Sosok ini melekat pada diri Nova Herianto yang sekarang dipercaya menjadi PPK 2.3 menggantikan Suaidi. Ditempatkan di medan berat, seperti di Mentawai, dapat dituntaskan. Padahal, material melalui lautan dan banyak persyaratan, namun melalui pendekatan bisa diselesaikan. Lokasi yang berat, pekerjaan dapat dituntaskan. Beban berat itu, menjadi tantangan tersendirinya baginya. Dan, harus dijawab dengan kerja nyata.

Sukses di Mentawai, bukan membuat Nova bernafas lega. Beban berat kembali dipercayakan ke pundaknya. Preservasi jalan Muara Kalaban Batas Jambi dan Batas Riau yang banyak memakan korban dipercayakan kepadanya. Padahal, tahun ketahun preservasi jalan itu, sarat permasalahan. Terbukti, ada perusahaan yang kena blacklist dan pekerjaan mangkrak. Lagi, Nova Herianto, dapat menuntaskan. Meski, banyak kendala, namun bisa diselesaikan. Sungguh prestasi yang luar biasa.

Lagi, pertengahan tahun 2022, Nova Herianto dipercayakan menangani preservasi jalan Padang – Painan – Tapan. Meski, naik ditengah jalan, ia tetap meneruskan pekerjaan yang sebelumnya menjadi tanggungjawab Suaidi. Mungkin, tak banyak kendala, karena langkah awal semasa Suaidi, sudah terlihat hasil pekerjaan. Tinggal melanjutkan dengan memegang prinsip, Mutu Terjaga, Target Tercapai. Ini menjadi acuan bagi Nova untuk melanjutkan pekerjaan jalan tersebut.

Untuk preservasi jalan Padang – Painan – Tapan ini, Nova punya kiat tersendiri, sejengkel demi sejengkel harus dijaga. Minimalkan kerusakan dan berusaha menghindari kerusakan. Sebab, dengan adanya niat baik, tentu akan tercapai apa yang kita inginkan.” Kalaupun ada sedikit kesalahan, kita akan memperbaiki pada masa pemeliharaan. Karena, tak ada pekerjaan yang sempurna,” katanya, sembari menyebutkan, mutu tercapai, target terpenuhi.

Ia juga mengatakan, pekerjaan yang dimulai di Simpang Teluk sampai Tapan ada sepanjang 125 Km. Ada 12 segmen pekerjaan, termasuk pemeliharaan, peaching, pemeliharaan jembatan. Itu ada output pekerjaan dan berdasarkan skala prioritas. Pekerjaan pemeliharaan ini, ibarat memperbaiki semua rumah. Dalam rumah itu, ada kamar tamu, dapur, WC, kamar tidur, teras dan lain lain.

“Tak semuanya yang harus diperbaiki. Kalau kamar tidurnya masih bagus untuk apa diperbaiki. Intinya, preservasi itu, hanya memperbaiki bagian rusak dan ada skala prioritasnya. Dan, jalan 125 Km itu, tentu tak semuanya langsung dikerjakan. Utamanya, lokasi yang diprioritaskan.”Namun, ini kadang jadi persoalan. Bekerja dilokasi lain dan lokasi yang belum terjemah dikatakan bermasalah. Belum dikerjakan, tentu bermasalah,” katanya.

Yang menjadi perhatian kita, preservasi ini dikerjakan rekanan putra daerah, tentu ada rasa tanggungjawab yang tinggi terhadap pekerjaan. Dan, pekerjaan pun cepat selesai, sebab AMP dan materialnya ada di Painan. Sekarang, tinggal pekerjaan yang tak rumit, hanya pekerjaan overlay. Begitu juga, pekerjaan jembatan Gantung Sungai Pisang senilai Rp2,6 M. Meski, terkendala proses lelang, progresnya sudah mencapai diatas 15 % atau progres sesuai kontrak,” katanya. 
 
 
 
#boy/nv

 

 
Top