Padang(SUMBAR)PT- Evaluasi itu sangat penting dalam sebuah organisasi. Jika diibaratkan, evaluasi itu seperti kaca mobil, ada yang besar ada yang kecil. Dengan kaca besar kita diberi kebebasan untuk memandang ke depan artinya buatlah visi misi ke depan seluas-luasnya.

Namun kita butuh kaca kecil untuk melihat  ke belakang sudah sejauh mana kita melangkah apakah ada kerikil kecil. Inilah yang kita evaluasi dan introspeksi jika ada pelaksanaan program  yang belum sesuai dengan aturan.

Hal ini diungkapkan Kepala Bagian Tata Usaha, H. Miswan saat menjadi narasumber  dalam Evaluasi Kinerja Anggaran Bidang Penaiszawa, Rabu (20/4). Turut mendampingi Kabag TU, Kakan Kemenag Kota Bukittinggi H. Eri Iswandi dan Sub Koordinator Penyuluh Agama Islam Thomas Febria.

Dalam kesempatan itu Kabag TU juga mengajak ASN Kementerian Agama se Sumatra Barat agar memberikan layanan dengan penuh senyuman. Sehingga orang berurusan dengan kita merasa terlayani dengan baik. Masalah seberat apapun bila dipersamakan pasti ada solusinya, ungkap Kabag TU.

Dikatakan Kabag TU dalam manajemen kinerja, pegawai merupakan komponen utama yang menentukan kinerja dan kemajuan organisasi. Namun demikian, kinerja pegawai tidak selalu optimal sesuai dengan yang diharapkan.

"Banyak faktor yang berpengaruh terhadap kinerja pegawai, antara lain, faktor individu pegawai dan lingkungan kerja," ulas Kabag

"Salah satu cara efektif untuk meningkatkan dan menjaga kinerja pegawai adalah dengan menerapkan sistem manajemen kinerja. Pegawai membutuhkan empati dan perlakukan baik," ungkapnya lagi.

Adapun tujuan manajemen kerja ini sambung Mantan Kakan Kemenag Kota Pariaman ini, membangun kemitraan kolaboratif antara atasan dan bawahan.

"Mendukung terwujudnya sumberdaya manusia yang engaged, agile, and performance driven. Membangun organisasi dengan fokus pada masa kini dan masa depan. Serta membangun keberhasilan bagi setiap orang (success for everyone)," papar Miswan.

Di Infornasikan Kabag TU, dalam penilaian pilot project ZI WBK, Kota Pariaman masuk 8 (delapan) besar se Indonesia. Ada 6 area yang dinilai, satu saja gugur yang lain ikut gugur. Ia berharap Kota Pariaman bisa menjadi pilot project ZI.

Tak lupa Kabag TU juga mengingatkan ASN untuk menjalankan dan mensosialisasikan moderasi beragama di Sumatra Barat. Moderasi juga harus diterapkan dalam menjalankan lembaga ini. Jika masih ada dumas berarti moderasi belum bisa merasakan, pungkas Kabag diiringi tepuktangan dukungan peserta.

Kegiatan yang berlangsung tiga hari ini 19 sd 2q April, menghadirkan 50 peserta dari Kasi dan JFU Bimas Islam, Penyelenggara dan JFT/JFU Bidang Penaiszawa. 
 
 
#rina/boy

 

 
Top